Legenda Jonathan Netanyahu Pahlawan Operasi Entebbe dan Komitmen Perang Melawan Teror Perdana Menteri Israel


Almarhum Letnan Kolonel Jonathan “Yoni” Netanyahu

 

 

Jakarta 27 Februari 2011 (KATAKAMI.COM) — Seluruh dunia boleh saja mengenal nama Benjamin Netanyahu. Anak kedua dari pasangan Cela dan Prof. Benzion Netanyahu sudah dua kali menduduki posisi yang sangat amat penting di Israel yaitu sebagai Perdana Menteri ( pada tahun 1996-1999 dan tahun 2009 sampai saat ini).

Tapi dimata rakyat Israel, nama yang jauh lebih istimewa dan disetarakan dengan pahlawan adalah Jonathan Netanyahu ( Yoni ).

Yoni adalah kakak tertua dari Benjamin Netanyahu dan ia tewas dalam sebuah operasi yang sangat terkenal yaitu operasi penyelamatan sandera saat pesawat Air France dibajak  tahun 1976.

Operasi itu dikenal dengan nama Operasi Entebbe tetapi banyak yang lebih suka menggunakan istilah Operasi Yonathan ( sebagai ungkapan terimakasih atas peran Yoni Netanyahu dalam keberhasilan operasi tersebut).

Atau ada juga yang menyebut operasi itu sebagai Operasi Thunderbolt.

 

Inilah foto yang sangat penting saat mengabadikan para sandera Pesawat Air France yang disandera teroris palestina berhasil diselamatkan dan turun dari pesawat Hercules pada tanggal 4 Juli 1976. Operasi penyelamatan sandera yang dilakukan Pasukan Komando Israel ini dikenal dengan nama Operasi Entebbe dan menewaskan satu orang perwira terbaik IDF bernama Letnan Kolonel Yonathan Netanyahu

 

Bandara Entebbe di Uganda merupakan tempat operasi penyelamatan sandera oleh Pasukan Khusus Israel Sayeret Matkal saat pesawat Air France flight139 dengan rute Perancis ke Tel Aviv dibajak oleh teroris Palestina.

Misi menyelamatan yang dilakukan oleh Pasukan Khusus Sayeret Matkal ( salah satu unit terbaik yang dimiliki oleh Israel Defense Force atau IDF ) difokuskan untuk membebaskan para sandera.

Peristiwa ini berlangsung pada malam 3 Juli dan awal pagi 4 Juli 1976. Operasi telah dirancang secara rahasia dan dilakukan menentang negara Uganda, dimana pemimpinnya, Idi Amin mendukung pembajakan tersebut.

Operasi Entebbe berhasil membebaskan 100 orang tawanan yang ada didalam pesawat Air France.

Dan satu-satunya tentara Israel yang tewas alam operasi itu adalah Yoni Netanyahu, yang saat itu justru menjadi Komandan Penyelamatan dalam misi yang sepenting itu.

Saat kejadian itu terjadi, Yoni Netanyahu berpangkat Letnan Kolonel.

Itulah sebabnya, Yoni dianggap sebagai pahlawan dan namanya terus dikenang sampai saat ini.

Selain Yoni Netanyahu, operasi ini juga menewaskan ke-enam orang pembajak, tiga sandera dan 45 orang tentara Uganda.

 

Pasangan Cela dan Prof. Benzion Netanyahu bersama ketiga orang anak lelakinya yaitu Jonathan ( masih berusia 8 tahun ), Benjamin dan Iddo.

 

Jika Yoni Netanyahu masih hidup, maka pada tanggal 13 Maret mendatang ia akan merayakan ulangtahunnya yang ke 65.

Yoni dilahirkan tanggal 13 Maret 1946.

Sedangkan sang adik yaitu Benjamin Netanyahu dilahirkan tanggal 21 Oktober 1949.

Dan jika ia masih hidup, barangkali ia bisa merasa bangga sebab adiknya menduduki jabatan yang sangat penting di Israel ( yaitu sebagai Perdana Menteri untuk periode kedua ) dan bekas anak buahnya saat melaksanakan operasi Entebbe di Uganda kini menduduki jabatan yang tak kalah penting yaitu sebagai Pimpinan Dinas Rahasia Israel ( MOSSAD ).

Tamir Pardo, pimpinan baru Mossad adalah bekas anak buah Yoni Netanyahu dalam Operasi Entebbe.

Prof. Benzion Netanyahu mengizinkan ketiga anak lelakinya ini untuk berkecimpung dalam satuan Pasukan Khusus Israel Sayeret Matkal.

Baik Almarhum Yoni, Bibi ( panggilan Benjamin Netanyahu ) ataupun si Bungsu Iddo, ketiganya sama-sama pernah menjadi anggota dari pasukan khusus tersebut.

Walaupun pada akhirnya, takdir kehidupan pada akhirnya membawa Bibi ke dunia politik dan Iddo lebih memiliki kariernya sebagai seorang radiolog.

 

Jonathan Netanyahu (tengah) bersama kedua saudaranya yaitu Bibi & Iddo Netanyahu

 

Saat Jonathan Netanyahu tewas dalam operasi Entebbe tahun 1976, Bibi Netanyahu masih berusia 27 tahun.

Sebagai saudara sekandung, kematian dari saudara tertuanya ini tentu sangat berpengaruh dalam perkembangan dan perjalanan kehidupan anak-anak dalam Keluarga Netanyahu.

Komentar yang tak enak didengar sempat beredar bahwa di balik Operasi Entebbe ini terdapat permainan dari Dinas Intelijen Israel sendiri.

Sehingga menimbulkan spekulasi yang sangat mengejutkan bahwa Israel yang tega mengorbankan prajurit terbaiknya sehingga mati sia-sia ( padahal ia telah berhasil menjalankan sebuah misi penting sesuai yang diperintahkan negara kepada Pasukan Komando Israel).

Tetapi komentar yang sangat spekulatif ini tak bisa dipercaya begitu saja.

Israel memang sebuah negara yang penuh misteri dan sudah sangat sering menerima seribu satu macam fitnah, kecaman dan komentar sangat amat buruk dari banyak pihak.

Benjamin Netanyahu menduduki jabatan Perdana Menteri Israel sudah dua kali yaitu tahun 1996 dan 2009 (sampai saat ini).

Ia bisa dengan mudah meminta semua dokumen rahasia menyangkut Operasi Entebbe yang menewaskan saudara tertuanya di tahun 1976.

 

Dokumentasi Foto : Prof. Benzion Netanyahu didampingi anaknya yaitu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan ziarah ke makam Almarhum Yonathan Netanyahu tahun 2009

 

Bibi tentu sudah membaca secara rinci dokumen rahasia yang sangat amat detail mengenai Operasi Entebbe.

Dan ia sudah mengetahui secara pasti, bagaimana dan ada apa sebenarnya yang terjadi dalam Operasi Entebbe.

Ketika pada akhirnya ia memilih nama Tamir Pardo untuk menjadi pimpinan Mossad yang baru di akhir tahun 2010 lalu, ini dapat diartikan bahwa Bibi tak memiliki sakit hati atau prasangka buruk terhadap Operasi Entebbe.

Sebab Tamir Pardo adalah salah seorang anggota Pasukan Khusus Israel yang ikut bersama Yonathan Netanyahu dalam Operasi Entebbe di Uganda.

Barangkali inilah salah satu alasan yang membuat Tamir Pardo berada di atas angin saat Mossad akan mengalami pergantian pimpinan.

Fakta bahwa Tamir Pardo adalah bawahan yang dipercaya Yonathan Netanyahu untuk ikut dalam operasi sepenting Operasi Entebbe menyebabkan Bibi memiliki penilaian tersendiri pada Tamir Pardo.

Ada memori yang sangat baik tetap tersimpan dalam hati, pikiran dan jiwa Bibi Netanyahu tentang Almarhum saudara tertuanya.

Setiap tahun pada hari peringatan kematian dari Sang Kakak, Bibi selalu datang ke makam Yoni.

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (berkemeja hitam) didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Israel (IDF) Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi ( bertolak pinggang) sedang mengunjungi Angkatan laut Israel tanggal 26 Oktober 2010

 

Nama harum dan pengorbanan sang kakak yang berhasil menangani operasi penting “Perang Melawan Teror”, secara langsung dan tidak langsung tentu memiliki pengaruh yang sangat fundamental dalam perjalanan hidup dan karier politik Bibi Netanyahu sebagai pemimpin di Israel.

Ketika kini, slogan “Perang Melawan Teror” banyak digunakan untuk menunjukkan kepedulian banyak negara dalam memerangi terorisme, Yonathan Netanyahu sudah lebih dulu membuktikan kepedulian dan kesempurnaannya dalam membuktikan komitmen yang tinggi dalam memerangi terorisme.

Dan komitmen perang melawan teror itu juga yang pasti dilanjutkan oleh sang adik yang saat ini sudah memasuki tahun kedua menjadi Perdana Menteri Israel.

Tetapi yang perlu diingatkan kepada Benjamin Netanyahu adalah komitmen perang melawan teror yang sedang ia jalankan, tak boleh mencederai kewajibannya untuk mensukseskan proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

Bibi perlu terus diingatkan bahwa ia wajib memberikan jalan yang semudah-mudahnya bagi semua komunitas internasional dalam memajukan proses perdamaian tersebut.

Bibi juga perlu tetap diingatkan bahwa perang melawan teror jangan diartikan bahwa Israel dapat berbuat semaunya kepada anggota-anggota Hamas yang kini menguasai Jalur Gaza.

( Begitupun juga sebaliknya, Hamas tak boleh seenaknya melempari Israel dengan mortir-mortir mereka ke wilayah Israel untuk kepentingan provokasi dan uji kehebatan ).

Sebab negara segila Israel, jangan di uji dengan tindakan provokasi yang seperti apapun.

Kenali karakter dasar dari figur sekuat Benjamin Netanyahu bahwa ia pernah kehilangan saudara yang begitu ia cintai dalam kehidupannya yang nyata karena menjalankan operasi melawan teror.

Sehingga, apa saja yang berbau teror atau terorisme, tidak akan pernah mendapat toleransi dari Bibi.

Kehilangan seseorang yang benar-benar sangat dicintai akibat memerangi terorisme, tentu membuat Bibi punya perhatian yang sangat amat khusus terhadap sel-sel terorisme untuk dibabat habis.

Tetapi sebagai seorang politisi yang memegang tampuk kekuasaan yang begitu tinggi, Bibi tentu sadar bahwa dunia mengawasi setiap gerakan dan kebijakan dari Israel menyangkut proses perdamaian dengan Palestina.

 

Dokumentasi Foto : (tampak belakang) Raja Abdullah dari Yordania paling kiri, Presiden Mesir Hosni Mubarah, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama seusai melakukan keterangan pers pada pembicaraan damai di Gedung Putih tanggal 1 September 2010

 

Saat ini Israel pasti sedang terus mengikuti secara dekat perkembangan yang terjadi di berbagai negara Timur Tengah.

Satu persatu pemimpin dunia berjatuhan dan sedang akan dijatuhkan.

Israel menempatkan diri sebagai penonton dengan posisi mata yang tak akan pernah berkedip walau hanya sedetik.

Begitu buruk fitnah atau penilaian banyak pihak terhadap Israel selama ini tetapi secara perlahan-lahan dunia dapat menyaksikan bahwa ternyata negara segila Israel sama sekali tidak “berminat” untuk ikut ambil bagian dalam mengguncang Negara-Negara di Timur Tengah yang sejak dua bulan terakhir bagaikan didorong ke tepi jurang kehancuran.

Israel pasti sedang terus menyaksikan dari jarak yang terukur.

Barangkali mereka sungguh-sungguh tidak mau terlibat karena tentu Israel menyadari betapa beresiko jika melakukan tindakan-tindakan bar-bar secara sambung-menyambung di wilayah Timur Tengah.

Kali ini, Israel menjadi penonton yang baik.

Tetapi mengingat pentingnya bagi semua pihak mendukung arah yang jelas dalam misi pendeklarasian Palestina sebagai sebuah NEGARA, sesungguhnya peran Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri masih sangat dibutuhkan.

Bibi adalah pemimpin terbaik Israel yang harus tetap dikedepankan dalam proses perdamaian ini.

Ia memang pribadi yang sangat amat kuat tetapi satu hal yang teramat penting untuk disimak dari kepribadiannya yaitu tampaknya Bibi Netanyahu sadar betul betapa mutlaknya bekerjasama dengan komunitas internasional.

Jadi yang diharapkan dalam perjalanan ke depan ini adalah kepatuhan Israel dalam mengikuti proses perdamaian yang didukung komunitas internasional.

Sepatuh Bibi dalam menjalankan komitmen “Perang Melawan Teror” untuk mengenang dan membuktikan kecintaannya kepada almarhum saudara tertuanya yang sudah lebih dulu berpulang ke Markas Keabadian.

 

Almarhum Letnan Kolonel Jonathan Netanyahu (kanan)

 

Tulisan ini adalah sebuah penghargaan dan kepedulian yang sangat tulus terhadap Almarhum Jonathan Netanyahu yang menjadi korban dari “Perang Melawan Teror” menjelang peringatan Hari Ulang Tahunnya tanggal 13 Maret mendatang.

Ya, inilah salah satu penghormatan pada Yoni.

A tribute to ( Soldier) Yoni.

Perancis seharusnya tetap mengenang Yoni sebagai sahabat baik yang sudah menyelamatkan martabat, maskapai dan warga negara Perancis akibat pembajakan AIr France tahun 1976.

Walau ada sejumlah penumpang keturunan Yahudi dalam pesawat itu, faktanya yang dibela dan diselamatkan oleh Yoni adalah Maskapai Penerbangan Perancis  ( bukan Israel ).

Bagi Israel, Yoni adalah pahlawan.

Bagi Perancis, harusnya Yoni adalah sahabat baik yang tak boleh dilupakan sepanjang masa.

Dan bagi dunia internasional, Almarhum Yoni adalah sebuah penggalan sejarah yang menjadi bukti tentang betapa beresikonya melakukan “Perang Melawan Teror”.

Mari lanjutkan “Perang Melawan Teror” sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan hukum dan asas-asas yang berlaku di muka bumi ini.

Happy Birthday in heaven, Soldier Yoni.

Bon anniversaire dans le ciel !

 

 

 

 

(MS)

 

 

Advertisements

Comments are closed.

%d bloggers like this: